Rabu, 24 Juni 2009

Konferensi Istanbul, Fatwa Qardhawi; Zakat Pemulihan Gaza

Konferensi Istanbul, Fatwa Qardhawi; Zakat Pemulihan Gaza


Istanbul – Infopalestina: Badan Arab Internasional untuk Pemulihan Gaza
kemarin Rabu (17/6) menggelar konferensi internasional pertama untuk
pemulihan Gaza dengan diikuti oleh sekitar 800 orang dari 30 lebih
Negara Arab, Negara Islam dan Eropa yang mewakili asosiasi, lembaga
social, perusahaan dan bisnisman.

Badan yang dibentuk oleh asosiasi insinyur Jordania, Negara-negara Arab
dan internasional ini menyerukan agar pemulihan Gaza segera dimulai.
Sebab ada kebutuhan mendesak untuk rekontruksi Gaza yang mengalami
musibah perang yang menghancurkan infrastrukturnya sehingga tidak bisa
melayani warga dengan baik.

Badan ini menentukan 450 proyek kesehatan, permukiman dan pendidikan di
Jalur Gaza yang membutuhkan pemulihan segera dengan beban anggaran
mencapai setengah juta dollar AS.

Konferensi ini mengumumkan launching saham pemulihan Gaza kepada public
melalui asosiasi, badan-badan Arab, Negara Islam dan internasional.

Wail As-Saqa, ketua dewan managemen badan tersebut mengatakan bahwa
nilai saham mencapai 100 Euro dan akan tawarkan di sejumlah Negara untuk
membuka peluang untuk bersaham dalam pemulihan Gaza.

Badan tersebut menampilkan fatwa ketua Asosiasi Ulama Umat Islam, Dr.
Yusuf Al-Qardhawi yang menilai bahwa saham pemulihan Gaza adalah zakat
yang diwajibkan kepada setiap muslim.

Dalam fatwa itu disebutkan bahwa jika umat Islam telah dihalangi dalam
berhubungan dengan saudara-saudaranya di Gaza dan tidak bisa membalas
kejahatan Israel atau menghentikannya seperti yang diwajibkan oleh
syariat, atau tidak bisa mengirim bantuan berupa makanan, pakaian dan
obat, maka selemah-lemah uman adalah merekontruksi apa yang sudah
dihancurkan oleh Israel dari membangun rumah-rumah, sekolah, rumah
sakit, lembaga social, stasiun air, listrik, jalan-jalan dan
infrastruktur lainnya.

Fatwa menilai bahwa setiap Muslim wajib memberikan saham dalam
rekonstruksi Gaza karena itu adalah zakat yang wajib, sebab mereka
adalah fakir miskin dan mereka di jalan Allah. Dia juga termasuk wakaf,
sadakah jariah yang terus mengalir pahalanya meski yang mengeluarkan
telah meninggal. Dan termasuk wakaf yang selalu dijaga dan hasilnya
untuk kebaikan, juga termasuk obyek untuk memberikan wasiat dan sadaqah
sunnah.

As-Saqa mengatakan bahwa kini sudah dibuka biro Badan tersebut di
sejumlah Negara seperti Jordania dan Turki dan akan dibuka di sejumlah
Negara Arab lainnya dan Negara-negara Islam. Ia juga menjelaskan bahwa
secara resmi, Badan ini akan didaftarkan secara resmi di Inggris dan
Turki. Dalam kesemapatan ini juga, Turki menyumbangkan 350 juta Euro
untuk pemulihan Gaza. (bn-bsyr)

Senin, 09 Maret 2009

HAM: Selama Februari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina

HAM: Selama Februari, Israel Bunuh 23 Warga Palestina

By Izhar, on 02-03-2009 07:19

Views : 44

Favoured : 2


Tepi Barat: Sebuah organisasi hak asasi manusia menegaskan bahwa pasukan penjajah Israel terus melakukan kejahatannya terhadap rakyat Palestina selama bulan Februari yang lalu. Mereka terus melakukan aksi pembunuhan, penangkapan, dan penergapan yang menyebabkan 23 warga Palestina menemui syahidnya, empat di antaranya anak-anak dan tiga perempuan.

Organisasi Solidaritas Internasional untuk Hak Asasi Manusia dalam press releasenya yang salinannya diterima Infopalestina salinan kemarin Minggu (1/3) bahwa hampir setiap hari pasukan Israel terus menyerang wilayah Palestina, khususnya di kota-kota di Tepi Barat. Setiap hari pasti terdengar peristiwa pembunuhan, penangkapan puluhan warga Palestina.

Organisasi ini menegaskan bahwa selama bulan Februari, 23 warga Palestina, 18 di antaranya di Jalur Gaza kebanyakan dikarenakan luka selama perang Israel terhadap di wilayah itu. Sementara warga di Tepi Barat yang meninggal berjumlah lima warga.

Organisasi HAM ini mengisyaratkan bahwa pasukan Israel meningkatkan serangan penangkapannya selama bulan lalu. Mereka menangkap 300 warga. Kebanakan yang ditangkapan adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun dan sejumlah kaum perempuan.

Organisasi ini mengatakan, kebanyakan warga yang ditangkap sedang berada di rumah mereka pada jam-jam dini hari. Sebagian lagi ditangkap di perlintasan militer yang dibangun Israel di Tepi Barat yang memutus jalur antar kota dan wilayah Palestina.

Organisasi HAM ini mengutuk pembunuhan yang terus diadopsi oleh Negara penjajah Israel. Tindakan Israel ini melanggar terus-menerus HAM di Palestina dan hak hidup rakyat di sana.

Organiassi ini menyerukan kepada masyarakat internasional dan lembaga hak asasi manusia dan lembaga yang menangani tahanan perang untuk memikul tanggung jawabnya atas kondisi ini. Mereka harus bekerja memaksa Israel menghentikan pelanggaran ini yang mengancam ratusan anak-anak yang berusia di bawah usia delapan belas dan menganam masa depan mereka. (Sumber:infopalestina)

Jumat, 20 Februari 2009

Hamas-Fatah Sepakat Akhiri Ketegangan

Hamas-Fatah Sepakat Akhiri Ketegangan Print E-mail
Tuesday, 17 February 2009

Image

Hamas-Fatah bersepakat akhiri ketegangan dan menyatukan pemerintahan dan kabinet dalam rentang waktu dua tahun

Pertemuan tingkat tinggi antara dua sayap utama gerakan Palestina, Hamas dan Fatah, yang selesai digelar di Kairo pada Sabtu (14/2) kemarin menghasilkan kesepakatan rekonsiliasi antar kedua belah pihak.

Pertemuan yang disponsori oleh pemerintahan Mesir ini tercatat sebagai pertemuan tingkat-pemimpin pertama antara Hamas dan Fatah semenjak Hamas menguasi jalur Gaza.

Keterangan resmi yang ditandatangani bersama oleh keduanya menjelaskan, jika pertemuan tersebut digelar sebagai usaha keras yang dilakukan untuk kemaslahatan Palestina dan mengakhiri perpecahan. Petemuan ini juga digelar sebagai jawaban atas berbagai seruan yang datang dari negara-negara Muslim yang mendesak kedua belah pihak untuk segera mngakhiri ketegangan dan mengutamakan persatuan.

Presiden Turki Abdullah Gul, misalnya, beberapa waktu lalu mengkritik keras adanya perpecahan dalam tubuh Palestina. Gul secara tegas menyatakan jika Palestina tidak akan bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan penjajah Israel selama mereka sendiri masih silih berselisih.

Harian Palestina yang terbit di London, al-Quds (15/2) mengabarkan, pertemuan yang dihadiri para petinggi Hamas dan Fatah itu menyepakati untuk mengakhiri ketegangan antar kedua belah pihak, membebaskan tahanan politik antar keduanya, serta bekerja sama untuk menyelesaikan problem dalam negeri Palestina dan memprioritaskan kepentingan umat lebih dari kepentingan golongan.

Lebih jauh lagi, kedua belah pihak juga bersepakat untuk menyatukan pemerintahan dan kabinet, sekalipun dalam rentang waktu yang dibatasi, yaitu selama dua tahun.

Dari sayap Hamas, hadir Dr. Mousa Abu Marzuq (wakil kepala biro politik Hamas) dan Dr. Mahmoud az-Zahhar (petinggi Hamas), sementara sayap Fatah diwakili oleh Ahmad Qari' dan Dr. Nabil Sa't.

Setelah Hamas menguasai Gaza pada pertengahan 2007 silam, suhu ketegangan antara Hamas dan Fatah--yang menguasai Tepi Barat--semakin memanas. Puncak dari ketegangan ini adalah meledaknya bentrok fisik dan senjata, pendudukan kantor dan instansi, serta penculikan anggota antara kedua belah pihak.

Rencananya, Hamas dan Fatah akan kembali menggelar pertemuan di Mesir pada 21 Februari mendatang. [atj/qds/www.hidayatullah.com]

Salurkan Bantuan ke Gaza, KNRP Jalin Kerjasama dengan Organisasi Pekerja Medis Mesir

Salurkan Bantuan ke Gaza, KNRP Jalin Kerjasama dengan Organisasi Pekerja Medis Mesir Print E-mail
Monday, 16 February 2009

Image

AL-ARISH

Knrp.or.id—Tim kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) menjalin kerjasama dengan Egyptian Medical Syndicate (EMS/Persatuan Pekerja Medis Mesir) untuk menyalurkan bantuan obat-obatan dan peralatan medis yang dibawa dari Indonesia. Penyerahan bantuan dilakukan Jumat (13/2) petang waktu setempat oleh Wakil Koordinator Tim Kemanusiaan KNRP dr. Agus Koeshartoro kepada perwakilan EMS di Al Arish, daerah perbatasan Mesir dan Gaza.

Agus mengemukakan, kerjasama dengan EMS dilakukan karena hingga Jumat (15/2) belum juga diperoleh kepastian kapan gerbang perbatasan Rafah dibuka. Sementara Tim Kemanusiaan KNRP yang terdiri dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU), Dompet Dhuafa (DD), dan Wahdah Islamiyah sudah lebih dari seminggu menunggu di Al Arish.

Dipilihnya EMS, menurut Agus, karena organisasi pekerja medis Mesir ini merupakan lembaga resmi yang mengurusi kebutuhan orang-orang Palestina yang membutuhkan pertolongan medis di Mesir. "Organisasi ini selama ini menyalurkan bantuan medis maupun nonmedis langsung ke Gaza. EMS juga ikut membantu membiayai orang-orang Palestina yang menjalani perawatan atau pengobatan di Mesir," katanya.

Sebelum menyerahkan bantuan, Tim KNRP telah mengunjungi kantor perwakilan EMS di Al Arish. Tim diterima oleh dua orang pengurus kantor perwakilan Al Arish, Husham dan Ahmad. Kepada tim KNRP, Husham menyatakan, sejak keluar kebijakan menutup pintu Rafah, pihaknya juga mengalami kesulitan untuk masuk ke Gaza. Hal ini menyebabkan gudang-gudang penampungan bantuan yang dimiliki EMS di Sinai Utara penuh dengan bantuan, baik makanan, obat-obatan, maupun peralatan medis, selimut, kasur, dan bantuan lainnya yang belum tersalurkan.

Padahal di seluruh provinsi Sinai Utara, EMS memiliki 40 gudang yang cukup besar. Di Al Arish sendiri, yang merupakan ibu kota Sinai Utara, EMS memiliki 25 gudang.

Kepada Tim KNRP Husham menyatakan, EMS juga telah menempuh berbagai cara untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui Gerbang Rafah. Namun karena hingga kini pintu perbatasan terdekat yang dijaga oleh otoritas Mesir itu belum juga dibuka EMS tidak masuk.

EMS juga berusaha masuk lewat pintu Kareem Abu Shaloom, yang berjarak sekitar empat kilometer dari Rafah. Namun jika melewati pintu yang dijaga super ketat oleh militer Israel itu EMS harus merelaakan 50 persen bantuan yang dibawannya disalurkan melalui UNRWA (United Nations Relief and Work Agency), organisasi PBB yang mengurusi warga Palestina korban perang.

Husham tidak terlalu mempermasalahkan hal itu karena sebagian bantuan, terutama dalam bentuk makanan dan sebagian jenis obat-obatan harus sesegera mungkin disalurkan disebabkan alasan masa penggunaan (expired date) yang singkat.

"Daripada expire semua dan tidak bisa digunakan, lebih baik sebagian disalurkan melalui UNRWA. Toh mereka juga membantu warga Palestina di Gaza," jelas Husham.

Menurut Husham, UNRWA sendiri saat ini mengurusi sekitar 900 ribu warga Palestina yang menjadi korban penyerbuan Israel ke Jalur Gaza. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan EMS mau menyalurkan sebagaian bantuan yang dikumpulkannya kepada UNRWA.

Sebelumnya Tim KNRP gelombang kedua bersama tim relawan Indonesia lainnya berhasil masuk ke Gaza dan langsung menyalurkan bantuan kepada warga Gaza. Tim dokter KNRP yang berasal dari BSMI ketika itu juga bisa bekerja membantu di rumah sakit-rumah sakit di Gaza. Tim kedua itu keluar Gaza pada 5 Ferbruari 2009 lalu. Kedatangan tim ketiga KNRP sedianya menggantikan tim kedua untuk menyalurkan bantuan dan membantu tenaga medis di Gaza.

Namun hingga kini tim KNRP belum juga berhasil masuk Gaza. Selain tim KNRP, tim relawan dari berbagai negara di antaranya dari Turki, Malaysia, Jordan, dan Negara-negara lainnya, termasuk relawan dari Mesir sendiri kini menunggu untuk bisa masuk Gaza. (Hartono)

Selasa, 03 Februari 2009

KNRP Kumpulkan Rp282,063,649 untuk Palestina

KNRP Kumpulkan Rp282,063,649 untuk Palestina
http://sijorimandiri.net/fz/index.php?option=com_content&task=view&id=6356&Itemid=26

Selasa, 03 Pebruari 2009
BATAM CENTRE - Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Provinsi Kepri berhasil menggalang dana sebesar Rp282,063,649. Dari total tersebut, Rp260 juta telah dikirimkan ke Jalur Gaza.

"Alhamdulillah, kita sudah mengirimkan dana bantuan ke Gaza sebesar Rp260 juta. Secara total dana yang berhasil terkumpul sampai tanggal 2 Februari ini, sebesar Rp282,063,649," kata Sekretaris KNRP Kepri Ahmad Saikhudin di Batam Centre, Senin (2/1).

Ia mengatakan, danatersebut sebagai bentuk solidaritas masyarakat untuk meringankan beban warga Palestina yang menderita akibat kekejaman tentara zionis Israel. Dalam aksi pengumpulan bantuan tersebut, KNRP mendapat sokongan dari berbagai elemen masyarakat di Kepri.

Menurut Ahmad, dana yang terkumpul berasal dari para donatur yang tersebar di seluruh wilayah Kepri. Sebagian besar dana sumbangan dari masyarakat itu diantarkan langsung ke sekretariat atau ditransfer ke rekening khusus KNRP.

Ketua KNRP Kepri Bakhtiar Lc menyebutkan sumbangan masyarakat Indonesia yang berhasil terkumpul melalui KNRP secara nasional mencapai Rp22 miliar dan Rp14 miliar telah dikirim ke bumi Gaza. "Untuk wilayah Kepri sendiri, selain dalam bentuk tunai rupiah, infaq yang masuk juga berupa 430 dollar Singapura, 12 dollar US, 10 ringgit Malaysia, 1 riyal ditambah 6 cincin, 5 anting dan 1 gelang. Semua itu telah kita salurkan ke KNRP pusat untuk selanjutnya dikirim ke Palestina," ujar Bakhtiar.

Gerakan solidaritas untuk Palestina, lanjut Ahmad diwujudkan KNRP dalam sejumlah program yang pelaksanaannya menggandeng majelis-majelis taklim masjid-masjid di Kepri. KNRP juga menjalin mitra dengan berbagai elemen/organisasi baik pemerintahan maupun masyarakat untuk bersama-sama menjalankan munashoroh (penggalangan dana).

Bagi masyarakat Kepri yang hendak menyumbangkan bantuan, bisa dikirimkan melalui rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab Mukakuning, a.n KNRP Kepri dengan nomor rekening 1580037191. Informasi lebih jauh tentang KNRP, termasuk menyangkut kegiatan, program ataupun laporan keuangan, bisa dilihat di situs; http://knrp-kepri.blogspot.com. (sm/yr)


KNRP Kumpulkan Rp22 M Untuk Sumbang Palestina
http://batampos.co.id/Metropolis/Metropolis/KNRP_Kumpulkan_Rp22_M_Untuk_Sumbang_Palestina_.html

Selasa, 03 Pebruari 2009

BATAM (BP) - Bantuan dana kemanusiaan yang terkumpul lewat Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) telah mencapai Rp22 miliar. Rp14 miliar di antaranya telah disalurkan langsung ke Palestina.


Sementara itu, KNRP Kepri sudah menyalurkan dana infaq Pelestina ke KNRP pusat sebesar Rp260 juta dari total yang terkumpul Rp262.063.649.


Ketua KNRP Kepri, Bachtiar mengatakan, penggalangan dana yang dilakukan di Kepulauan Riau dilakukan dengan cara bekerjasama dengan Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) dan Sharia Consulting Center (SCC) Kota Batam menerima panggilan dalam sebagai narasumber dalam Majelis Ta’lim.


”Berbagai acara yang kita gelar untuk menggalang dana (Munashoroh) lewat pemutaran slide atau film, Palestina, konsultasi agama, khutbah, Jumat, tabligh akbar dan lainnya,” kata Bachtiar di Batam Centre, Senin (2/1).


Ditambahkannya, sebagian infaq Palestina di Kepri masih ada yang berbentuk barang, seperti 6 cincin, 5 anting, 1 gelang. ”Barang-barang tersebut nantinya akan dilelang dan dananya dikirim langsung ke KNRP pusat untuk selanjutnya ke Palestina,” tambahnya.


Lebih lanjut Bachtiar mengucapkan terima kasih kepada donatur-donatur yang telah rela memberikan sumbangan untuk membantu saudara-saudara yang ada di Palestina.
Pegawai Pemko Rp17 Juta


Tim Solidaritas Masyarakat Palestina Pemko Batam menyerahkan uang sumbangan dari pegawai Pemko sebesar Rp17,737 juta untuk membantu meringankan korban perang di Palestina. Uang tersebut diserahkan lewat Bank Mualamat.


“ Uang itu sudah saya transfer tadi pagi. Diterima langsung Pak Agus Nurgroho Santoso, Kepala Cabang Bank Muammalat Batam,” kata Muhammad Aris, sekretaris tim, Senin (2/2). (cr4/med)


KNRP Kepri Kumpulkan Rp 282 Juta PDF Print E-mail
Written by anto
Selasa, 03 Pebruari 2009

http://tribunbatam.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=23459&Itemid=1108

Bantuan untuk Rakyat Palestina

KNRP Kepri Kumpulkan Rp 282 Juta BATAM, TRIBUN - Bantuan terhadap rakyat Palestina terus bertambah. Tak hanya secara nasional, untuk tingkat Batam sendiri bantuan yang terkumpul juga besar.

Sebanyak Rp 282,063,649,- ditambah enam cincin, lima anting dan satu gelang berhasil dikumpulkan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Provinsi Kepri untuk dana bantuan kemanusian perang rakyat Palestina hingga 1 Februari 2009 ini.

“Terimakasih kami ucapkan kepada para donatur yang telah menyumbang sebagian hartanya untuk bantuan kemanusia bagi rakyat Palestina yang sedang dilanda perang,” tutur Ahmad Saikhudin, Sekretaris KNRP Provinsi Kepri kepada wartawan, Senin (2/2) siang.

Sebesar Rp 263 Juta dari total sekitar Rp 282 Juta tersebut sudah diserahkan KNRP Provinsi Kepri ke KNRP Pusat untuk selanjutnya disalurkan ke rakyat Palestina.

“Sekitar Rp 14 miliar dari total Rp 22 miliar dari dana yang terkumpul KNRP se-Indonesia sudah diserahkan KNRP Pusat ke rakyat Palestina, mudah-mudahan kita bisa terus menyalurkan bantuan kepada rakyat Palestina,” harap Ahmad Saikhudin.

Bagi anda yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya untuk meringankan beban rakyat Palestina, kata Bakhtiar, Ketua KNRP Provinsi Kepri bisa disalurkan ke Bank Syariah Mandiri cabang Mukakuning atas nama KNRP Kepri di nomor rekening 1580037191.

Selain penggalangan dana bantuan kemanusian, KNRP Kepri juga aktif menggelar pengajian dengan menayangkan film-film tentang Palestina kepada anggota Majelis Taklim yang mengundang mereka.

“Ada banyak agenda yang kita lakukan terutama untuk menggalang dana bagi rakyat Palestian diantaranya kerjasama dengan Majelis Taklim se Batam, pemutaran film-film Palestina serta pembuatan Buletin,” kata Bakhtiar menjelaskan.

Bagi para donatur yang ingin melihat laporan rekapitulasi keuangan dana bantuannya lebih lengkap, KNRP sudah menyediakan blog di http://knrp-kepri.blogspot.com.

“Di blog tersebut donatur bisa melihat berapa kas keuangan KNRP Provinsi Kepri dan sudah berapa banyak yang disalurkan ke rakyat Palestina,” ujar Bakhtiar mengakhiri. (yah)

Senin, 02 Februari 2009

KNRP Kepri bertemu dengan Wartawan

Bertempat di Batam Centre, KNRP Kepri yang di wakili oleh H.Bakhtiar ,Lc ketua KNRP Kepri dan H.Ahmad Syaikhuddin-Sekretaris dan Bendahara KNRP Kepri melakukan pertemuan dengan beberapa wartawan media cetak dan elektronik utk melaporkan perkembangan terkini tentang aktifitas KNRP Kepri dan perolehan infaq untuk Palestina. Ada beberapa wartawan yang hadir seperti dari Harian BatamPos, Harian Tribun Batam, Harian Sijori Mandiri, Harian PosMetro Batam dan Batam TV. KNRP mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada wartawan/i yang telah meliput berita selama ini tentang aktifitas KNRP termasuk Aksi solidaritas Palestina 2 Januari 2009 yang lalu di depan masjid raya. Tak lupa kepada para Bapak/Ibu Donatur setia KNRP yang tidak bisa di sebutkan satu persatu, Tokoh Masyarakat, Majelis Taklim Instansi/Perusahaan dan Ibu-ibu perumahan, Organisasi kemahasiswaan dan Sekolah-sekolah se-Kepri dan semua yang telahmemberikan dukungan moril dan materil kepada KNRP dan Palestina.

KNRP akan terus melakukan Munashoroh/penggalangan dana dan opini sampai Allah SWT memberikan kemerdekaan kepada Palestina karena dulu tahun 1944 Indonesia juga pernah mendapatkan bantuan serupa dari Palestina.

Rabu, 28 Januari 2009

Ceramah, Ustadz Shami Abu Zuhri

Ceramah, Ustadz Shami Abu Zuhri, Jubir Resmi Hamas dan

Penasihat PM Palestina Ismail Haniya di Indonesia



Saudara saudaraku sekalian
Apa yang terjadi di Ghaza, target yang disebutkan adalah untuk menghabisi Hamas dan Perlawanan bersenjata. Perang ini Israel menggunakan segala mesin perangnya untuk mengalahkan Hamas. Mereka awalnya melakukan blockade satu setengah tahun atas Gaza.
Dan setelah satu setengah tahun itu, Israel mengira akan bisa melumpuhkan Hamas. Tapi hasilnya kebalikan dari prediksi Israel. Ketika blockade gagal, mereka mencari cara untuk perang untuk mengalahkan Hamas. Mereka mengunakan pesawat perang, sekitar 60 jet tempur Israel yang selayaknya tidak digunakan kecuali dalam perang besar antara satu Negara dengan Negara besar. Tapi Israel mengunakan mesin perang itu untuk membunuh orang sipil, anak anak dan perempuan. Mereka mengira menggunakan pesawat itu bisa memaksa Hamas dan penduduk Gaza tunduk, tapi ternyata Hamas tidak menyerah dan tetap menolak keinginan Israel.

Setelah itu mereka melakukan serangan darat dengan terus melakukan bombardir udara, mereka menghancurkan masjid, rumah sakit, ambulan, tempat tinggal warga sipil , dan menghancurkan semuanya . Ada keluarga yang dikumpulkan di satu rumah lalu rumah itu dibombardir seluruhnya. Mereka berjumlah 30 orang meninggal seluruhnya dalam satu rumah.

Mereka juga menggunakan senjata yang terlarang internasional, bom fosfor . Kami menghadapi semua hal itu. Kami sebagian mendapatkan jenazah yang tak tersisa kecuali tulangnya saja. Mereka menganggap bahwa dengan demikian Gaza akan menyerah. Israel menganggap akan tunduk. Tapi yang terjadi kebalikan dari itu. Meskipun banyak yang terbunuh, dibom, diblokade, Gaza tetap teguh dan rasa sakit itu tak menyebabkan mereka menyerah. Dalm setiap perang orang-orang sipil lari dari medan perang, tapi tidak demikian di Gaza.
Warga Gaza justru datang dan ada di medan perang, bertahan. Sementara para pejuang terus berperang, dan warga Gaza mereka tidak lari dari medan perang, mereka menolak untuk pergi dari rumah mereka. Sehingga ada tank yang memaksa mereka untuk keluar dari rumah.

Perlawanan terus melakukan pembalasan dengan roket. Dan roket-roket ini telah diluncurkan semakin jauh jarak tempuhnya lebih dari 50 km. Israel mengatakan ingin untuk menghentikan roket Hamas. Tapi ternyata roket Hamas justru memiliki kekuatan yang lebih jauh dan memukul daerah Israel. Israel tak mampu menghalangi roket tapi sebaliknya lebih membuat kekuatan bagi roket Hamas.

Gaza digempur dengan bom, dan diblokade, warga kelaparan dan mengalami kesakitan akibat bombardir, tapi itu semua tak melemahkan Gaza. Israel mengakui kehebatan perlawanan pejuang Palestina. Mereka me ngakui gagal masuk ke Gaza. Dan tidak mampu masuk kecuali daerah perkebunan. Pejuang Hamas berperang tidak dengan

senjata tapi dengan senjata mati syahid. Mereka para pemuda yang cinta mati di jalan Allah. Karena itu, mereka layak mendapat kemenangan. Israel mempunyai pasukan yang pengecut. Dalam peperangan terbuka, mereka mengakui kehebatan pejuang Palestina. Dan akhirnya mundur dari Gaza tanpa syarat. Perang Gaza mempunyai tujuan, pertama menghentikan roket dan menghabisi Hamas. Apa yang terjadi, dua target itu tidak tercapai. Sedangkan Hamas menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Saya katakan kepada mereka, bahwa perang atas Gaza sudad gagal total
dan Hamas menang!

Bukan hanya pejuang yang cinta mati syahid, tapi semua warga di Gaza mencintai mati syahid. Kita bukan tidak menghargai hidup, Tapi ketika kita harus berhadapan dengan musuh, kita siap menghadapi musuh untuk mati syahid. Anak-anak Palestina, para pemuda, para perempuan Palestina, sejak hari pertama perang, telah gugur salah satu
warga dan ketika ditanyakan ia menjawab, Alhamdulillah, sekarang saya mempunyai saudara di akhirat.
Orang mencintai mati syahid. Karena itu, kemenangan layak atas Gaza. Gaza layak untuk teguh. Kalian melihat gambar, lihat bagaimana korban akibat perang. Apa yang terjadi di Gaza sangat mengerikan dari perang yang terjadi di tempat manapun, tapi Gaza tetap tidak menyerah.

Israel menganggap Gaza seperti sebuah Negara besar.
Padahal luasnya hanya 315 km . 2Seperti salah satu kampung di Jakarta. Meski demikian, dunia tidak bisa tenang melihat Gaza. Gaza menjadi tema di seluruh media massa, pembicaraan para politisi, meskipun
Gaza mengalami kerugian, dan penderitaan. Tapi karena Gaza tetap teguh, karena Gaza beriman, karena Gaza negeri perlawanan, karena Gaza dalah Hamas maka mereka mendapat penghargaan seperti itu. Perang atas Gaza adalah karena Gaza adalah negeri perlawanan.
Gaza juga negeri di mana penduduknya beriman. Gaza 5000 orang hafiz
Quran , Jumlah ini melebihi jumlah orang yang hafal Quran di Negara-Negara Islam. Karena itulah kami bangga dengan Gaza. Gaza menjadi model umat. Mereka tidak menginginkan adanya negeri seperti Gaza. Mereka ingin negeri ini setidaknya kompromi dengan AS. Tapi di Gaza tumbuh gerakan Islam mujahid. Dunia menyaksikan
bagaimana pejuang Hamas dan sangat terkejut. Warga Gaza selalu shalat di masjid,dan dekat dengan masjid. Mereka menerapkan ajaran Islam di setiap sendi kehidupan..Inilah yang membuat gelisah musuh musuh Islam.

PM Palestina Ismail Hania , menjadi imam shalat di masjid-masjid. Dihari Jum'at , di bulan Ramadhan, di hari Idul Fitri. Ini adalah fenomena yang tidakdisukai oleh musuh ummat.
Karena musuh umat biasanya hanya melihat umat shalat Jum'at ataushalat Idul Fitri. Yang terjadi di Gaza tidak terjadi di tempat lain. Dan inilahyang juga tidak diinginkan musuh umat. Karena itu, wajar bila mereka melakukan perang. Perang yang dilakukan adalah perang untuk menghabisi seluruh Gaza. Tapi hasilnya justru mereka yang mundur, dan Gaza tetap teguh seperti sedia kala.Mereka ingin Gaza menyerah mengibarkan bendera putih, tapi Hamas tidak menyerah dan takkan menyerah dan takkan mengibarkan bendera putih Insya Allah.

Hamas adalah gerakan perlawanan dan selamanya akan seperti itu. Meski ada yang terbunuh dari kami, perlawanan akan terus berlanjut karena Palestina adalah Negara terjajah, Gaza hanya awal kemenangan, dan bukan terakhir. Kemenangan Gaza akan terus dipelihara dan dilakukan perlawanan sampai Palestina merdeka. Masjidil Aqsha, kiblat pertama kaum muslimin, sekarang masih dijajah. Perlawanan Hamasharus terus dilakukan sampai Masjidil Aqsha bebas dari Israel . Mereka mengatakan ingin Hamas tidak memiliki senjata. Kami katakan, kami akan tetap mendapatkansenjata, dari bawah tanah dan dari bawahnya lagi. Takkan ada yang bias menghalangi senjata dari kami.
Lakukan apa yang kalian mau, tapi perlawananan akan terus ada, Hamasakan tetap hidup dan perlawanan akan tetap berlanjut.

Saudaraku,
Penjajah sudah pergi dari Gaza.
Akan tetapi saat ini warga Gaza masih menderita dua hal. Pertama, perbatasan yang saat ini sudah akan ditutup kembali. Kedua, rekonstruksi Gaza yang sudah hancur. Di mana ada ratusan ribu warga hidup di jalan jalan karena tak memiliki rumah. Hamas di masa mendatang akan memberikan tempat tinggal untuk
mereka dalam beberapa bulan. Dan Gaza harus tetap dibangun kembali.
Mereka telah menghancurkan sekolah taman kanak- kanak, dan ribuan rumah. Sekarang kami akan membangun lebih banyak dari yang dihancurkan.

Ada konspirasi besar terus menerus atas Hamas, atas perlawanan. Israel tak mau perlawanan.
Mereka ingin kami mengakui Israel, mengikuti keinginannya.Tapi Hamas katakan, takkan ada pengakuan yang kalian inginkan. Hamas takkan mengakui Israel dan takkan mundur dari memperjuangkan bangsa Palestina.

Apa yang kami sampaikan bukan hanya kata-kata tapi kenyataan sebenarnya.Israel telah membunuh pimpinan Hamas. Dalam perang ini gugur dua orang pemimpin Hamas, Nizar Rahyan dan Said Siyam . Karena itu, Hamas ada di garis depan .Kami tidak menjadikan rakyat menjadi korban di depan dan kami sembunyi,. Hamas telah memberikan Syaikh Ahmad Yasin, DR. Rantisi. Mereka mengatakan darah Ahmad Yasin sama harganya dengan darah anak-anak Palestina. Dan akhirnya Syaikh Yasin bertemu Allah sebagai syahid.

Ikhwan sekalian, Gaza adalah permulaan. Dan akan ada peperangan-peperangan lain. Kami tahu ada perbedaan antara satu peperangan dengan peperangan yang lain. Tapi kami tegaskan rakyat kami akan tetap teguh. Kami akan terus menghadapipenjajah Israel.
Negara-negara Arab bagian dari yang menghimpit perlawanan dan tak ingin Hamas. Mereka memberi kesempatan pada Isrel untuk membunuh rakyat Palestina. Kalian mendengarkan juga bagaimana pernyataan Mahmud Abbas yang mengatakan bahwa Hamas membunuh warga sipil. Dia juga menyebut keberanian Hamas dengan penghinaan. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, ada seorang presidenyang menghina perlawanan.

Mahmud Abbas pada akhirnya akan menerima bahwa perlawanan akan terus berlanjut. Sekarang, Hamas di Kairo terus melakukan komunikasi dengan pihak Mesir untuk berusaha membuka perbatasan dan mencabut blockade.
Kalian hendaknya terus melanjutkan aksi aksi dukungan kalian, solidaritas untuk Gaza. Karena selama belum dibuka perbatasan, selama tidak dicabut blockade, berarti perang atas Gaza masih berlanjut. Karenanya suara Indonesia harus terus lantang menentang Israel menentang blockade atas Gaza. Kami, akan terus melanjutkan peperangan sebagai peran kami. Gaza seluruhnya akan menjadi Negara mujahidin. Dan tidak ada nada yang bisa mengalahkan Gaza bagaimanapun. Mereka mungkin membunuh nyawa, tapi tak mungkin membunuh semangat, membunuh cinta pada Palestina,membunuh cinta pada Islam dan membunuh cinta pada Al Aqsha. Karena itulah mereka tetap teguh berjuang.

Apa yang terjadi di Gaza, bukan antara pemerintah dan rakyat. Tapi rakyat saja. Pemerintah ada di jalan jalan, tak ada beda antara menteri, dan warga biasa. Ismail Haniya PM Palestina , sebelum menjadi pemimpin hidup di kamp pengungsi. Sekarang setalah menjadi PM ia baru hidup di rumah. Dan ia tak berbeda dengan warga lain. Tidak ada kompetisi, persaingan, perubahan gaya hidup, kecuali ia sama seperti dulu. Karena itu, Hamas tidak menganggp dirinya pemerintah. Tapi kami menganggap pelayan bagi penduduk Gaza. Karena itu, inilah yang disampaikan dalam jawaban, kenapa masyarakat cinta pada Hamas? Kenapa warga berhimpun dengan Hamas? Ini bukan
sekedar kata-kata tapi telah kami buktikan dalam kehidupan kami.

Ketika gerakan ini melakukan upaya untuk menghimpun dana untuk rakyat Palestina, ketika Hamas menginginkan barisan yang kuat untuk membela rakyat Palestina, inilah yang menyebabkan warga mencintai Hamas.

Perang Gaza menegaskan bahwa Hamas tetap teguh dan akan terus melanjutkan perang untuk mencabut blockade. Gaza adalah kelahiran baru bagi umat ini. Sebelumnya, Gaza tidak diketahui oleh banyak orang di dunia, apa yang dilakukan Hamas. Sekarang, semua orang tahu Gaza dan mendukung Hamas. Mereka ingin Hamas terbunuh di
Gaza, tapi Alhamdulillah, sekarang Hamas di Indonesia dan di seluruh Negara didunia . Karena itu, Hamas telah sebelumnya terpenjara di Gaza, sekarang mereka ada di hati setiap orang. Bahkan juga di Eropa, banyak orang Eropa dan bahkan juga di AS, yang kini mendukung Hamas. Israel telah gagal. Sebelum perang, ada orang yang tertipu dengan Isrel. Tapi perang ini, telah membuktikan kegagalan moral pasukan Israel. Image Israel sangat buruk, pelaku kejahatan perang, tak mempunyai itikad perdamaian. Ini artinya, perang atas Gaza telah gagal dari keinginan Israel. Sekarang, kami katakan,telah ada kenyataan baru. Tak hanya di Gaza tapi di sluruh dunia. Manusia memberikan dukungan kepada perlawanan dan Gaza. Mereka tersebar di seluruh dunia. Para pemuda,ingin pergi ke Gaza untuk berperang. Ini adalah semangat baru, ruh baru, yang tidak ada sebelum adanya perang Gaza. Karena itu, kami akan menguatkan perlawanan untuk kemerdekaan Palestina, memelihara kemuliaan umat Islam.

Perang Gaza, kami katakan peperangan kemenangan. Karena meski kami hancur, tapi umat tidak hancur. Setiap tempat menganggap Gaza sebagai tempat kebangkitan. Dan Alhamdulillah Gaza menang, dan ini kemenangan semua umat Islam. Karenanya, masa depan Gaza tidak dalam kondisi berbahaya. Justru Israel yang berbahaya setelah peperangan ini.

Saudaraku, Masalah Palestina harus terus didukung. Dan menjelaskan masalah ini ke seluruh masyarakat. Agar masalah Palestina menjadi masalah prioritas yang harus diselesaikan. Jika Gaza telah mengorbankan darah, kalian juga telah mengorbankan dukungan dan aksi solidaritas untuk kami

Penutup, kami katakana bahwa Hamas dalam kondisi baik baik. Dan kami sudah semakin
mendekati kemenangan. Jumlah syuhada yang gugur lebih sedikit dari jumlah Israel yang terbunuh. Kami, yakin sebelum dan sesudah perang bahwa kami akan terus melakukan perlawanan dan menghadapi semua ancaman Israel

Jika Israel didukung AS dan Barat,. Maka Kalian lebih utama mendukung Hamas dan Palestina. Masalahnya sekarang, kalian bersama kami. Sedangkan Israel didukung Barat, untuk menjajah wilayah suci di Palestina. Muslim wajib mendukung perlawanan dan Hamas menghadapi Israel . Ada dua kubu di dunia, kubu mendukung Hamas dan kubu mendukung AS dan Israel. Hamas di Gaza, di negeri yang kecil, tapi Hamas telah menjadi sebuah Negara yang pengaruhnya begitu luas. Gaza yang kecil menjadi besar dalam pengaruhnya. Warga Gaza memang menderita tapi mereka merasa mulia dan bangga karena mereka telah berhasil mengusir Israel. Karena mereka bisa mentantang AS yang mengaku sebagai pemimpin dunia. Hamas mengatakan tidak! Hamas takkan tunduk dan takkan hilang semangat.

Saya tutup, dengan ucapan bahwa kami akan terus melakukan perlawanan, kami akan terus melakukan pembuatan senjata, kami terus akan melakukan latihan untuk para mujahidin, dan kami akan terus melakukan perang sampai Palestina merdeka. Kalian, warga Indonesia, kami tahu kalian ingin pergi ke Gaza. Tapi kondisi tak
memungkinkan. Tapi kelak akan datang waktunya. Dan akan semua orang Islam bisa bebas datang ke Palestina sama-sama berperang melawan Israel.

Kami mengharap dukungan mental, informasi, inilah yang paling penting dilakukan saat
ini. Kami ingin juga bertemu kalian takkan hanya bertmu kalian hanya di sini, tapi juga di masjidil Aqsha.